Impoten(si) dan Potensi(al)

Gurauan anak kampret! Kenapa saya sebut anak kampret? ah tak kurang tak lebih itu hanya sebutan saya bagi mereka saja. Sukanya menggoda orang tua, tipikal anak muda jaman sekarang.

Berawal dari kasus skandal beberapa orang paruh baya (jika tidak nyaman saya sebut tua) yang masih suka saja jajan perempuan / wanita / gadis  muda, cantik bahenol lagi… duh, bikin pusing saja :D

Anehnya, menurut beberapa sumber (yach, kalo masalah esek-esek begini sumber saya ya mereka mereka itu tadi ) yang memang hobinya setiap hari browsing melulu di internet, melek dunia maya, dan dunia nyata tak pernah ketinggalan tayangan TeVe apa saja, baik itu gosip, komedi, semua jenis dan genre / gender film dan sinetron, beberapa pelaku (notabene pria, ah, notabene yang mayoritas mungkin) menggunakan alat bantu sex / sex toys, “Lah! buat apa main gila perempuan kalo sudah impotensi?, apa ndak malu” malu atau tidak itu urusan kemaluan mereka yang besar atau kecil.

“Tapi tidak semua orang paruh baya itu impoten kan?” celetuk lainnya! Lantas pria di sudut ruangan itu berkata, “yach, impoten memang tidak, masih bisa bangun, tapi potensial tidak? lah kalau hasilnya Edi Tansil yach malu-maluin juga” saya tertawa kecil sendiri dalam hati, cukup menyungging senyum simpul saja, tanda angka ikut.

Yach, guyonan teman saya itu ada benarnya juga. Memang serba sulit untuk jadi orang di usia paruh baya, mau selingkuh saja banyak sekali gunjingannya, yang impoten lah, kalaupun tak impoten, dibilang sudah tidak potensial lagi. Belum lagi ledekan tentang puber ke dua. Ah! memangnya dunia selingkuh, wanita, maksiat, syahwat dan selangkangan itu hanya milik mereka yang muda saja?? Ah, lebih baik saya no comment dah… :p

Leave a Comment