Multitasking itu Milik Wanita
Bisa jadi benar bukan? lihat saja istri anda, ibu anda atau teman wanita anda, ambil saja contoh dari kehidupan atau aktifitas sehari-hari semisal, si A sekretaris si Boss itu, bisa telpon, mengetik di komputer sambil sesekali menyiapkan berkas untuk rapat, itupun bukan 1 telpon yang diangkatnya tetapi 2, yang satu untuk membicarakan hal hal penting perkara kantor, yang satu lagi untuk menyimak gosip gosip terhangat dalam kehidupan sehari hari.
Contoh kedua lihat saja tingkah laku seorang wanita di dapur, sambil memasak, gosip (yach.. lagi lagi gosip) di telepon dengan wanita lainnya, nonton TV yang kebanyakan berita infotainment ataupun sinetron malah telenovela, sembari mencuci pirint ataupun baju.
Yang membuat saya heran, semua hasilnya dapat dikatakan memuaskan, yach itulah kelebihan seorang wanita dibandingkan dengan saya yang terlahir seorang pria. Untuk multitasking rasanya saya tidak dilahirkan dengan fitur yang satu itu, upgrade pun hampir mustahil rasanya, saya hanya bisa fokus ke satu hal, jika membaca koran yang membaca terus sampai habis, kalau menonton TV ya nonton terus sampai acaranya tuntas, jika ada hal lain yang harus saya kerjakan saat itu, sebisa mungkin saya tunda sampai aktifitas saya selesai. Yach semacam queue atau antrian begitulah.
Masalah multitasking memang selayaknya kita serahkan kepada wanita, bukankah mereka sudah terbukti dan teruji? Tidak percaya? tanyakan saja kepada teman atau saudara wanita anda. Mau bukti yang lebih akurat? silahkan saja test mereka selama mereka tidak marah. Yang jelas saya tidak mau membuat wanita marah, saya punya pengalaman buruk akan hal itu ![]()
